Mengabdikan Hidup sebagai Pelayan Tuhan: Biografi Rosalina Kusnohardjono
PDF

Keywords

biography
Rosalina Kusnohardjono
SCCM Congregation

How to Cite

Ivony, I., & Witrianto, W. (2023). Mengabdikan Hidup sebagai Pelayan Tuhan: Biografi Rosalina Kusnohardjono. Analisis Sejarah: Mencari Jalan Sejarah, 13(1), 1–17. https://doi.org/10.25077/jas.v13i1.109

Abstract

This article focuses on writing the biography of Rosalina Kusnohardjono and aims to reveal her life as a nun through descriptive narrative. The research employs a historical method consisting of four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The first stage involves searching and collecting historical sources, including primary and secondary sources such as archives, photos, and interviews with Rosalina. The second stage entails filtering and evaluating the historical sources using internal and external criticism. The third stage is the analysis and interpretation of the sources, and the fourth stage is the writing of history based on the data obtained. Rosalina Kusnohardjono, a nun from the SCMM congregation, was originally from a Buddhist background but converted to Catholicism during high school. She entered the SCMM congregation on February 19, 1969, and became a permanent member on February 11, 1979. During her 50 years as a nun, she served as a teacher, SCMM provincial, and founded 15 SCMM communities in Indonesia, including two in Timor Leste. She also established the St. Leo Padang orphanage, a place of prayer and pilgrimage called "Puri Maria Ratu Rosario dari Manaoag," mentored SCMM junior and senior sisters, and authored several books and reflections.
https://doi.org/10.25077/jas.v13i1.109
PDF

References

Abdillah, A. (2012). Pengantar Ilmu Sejarah. Bandung: CV Pustaka Setia.

Gunawan, D. I. (2017). Biografi: Elpidius van Duijnhoven (1906-1993) (Skripsi). Universitas Sumatera Utara, Medan.

Hagang, D. A. F. (2015). Kebermaknaan Hidup Pada Biarawati di Kalimantan Timur. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 3(2). https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v3i2.3772

Heuken, A. J. (1992). Ensiklopedi Gereja Jilid II. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka.

Kuntowijoyo. (1995). Metode Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Kusnohardjono, R. (1985). Sejarah Satu Abad Kongregasi SCMM di Indonesia. Padang.

Kusnoharjono, R. (1995). Napak Tilas 115 Tahun SCMM di Indonesia, 1885-2000. Yogyakarta: Andi Offset.

Kusnoharjono, R. (2021). Memoar Rosalina Kusnoharjono. Padang.

Paradda, A. (2022). Perkembangan Kongregasi Suster-Suster Cintakasih dari Maria Bunda Berbelaskasih (S.C.M.M) di Indonesia Periode 1881-1975 (Skripsi). Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Purwanto, A. (2021). Kota Padang: Pintu Gerbang Samudera Hindia dan Perjuangan Melawan Kolonial. Retrieved March 16, 2023, from Kompaspedia website: https://kompaspedia.kompas.id/baca/profil/daerah/kota-padang-pintu-gerbang-samudera-hindia-dan-perjuangan-melawan-kolonial?status=sukses_login&status_login=login

Wicaksana, A. W. (2018). Bunda Teresa: Inspirasi dari Seorang Perempuan Penyayang. Jakarta: C-Klik Media.

Widjajanto, D. (2017). Pastor Frans Halim, Pr. Engkaulah Imam Selamanya. Padang.

Widyantono, P. W., & Ediati, A. (2018). Memahami Kebahagiaan melalui Perjalanan Hidup Membiara Para Rahib Trapis di Pertapaan Santa Maria Rawaseneng. Jurnal Empati, 7(4), 13–19. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/empati.2018.21926

Jurnal ini memegang prinsip akses terbuka atas seluruh artikel yang dimuatnya tanpa meminta izin pada penerbit atau penulisnya sesuai dengan prinsip Budapest Open Access Initiative. Namun penulis dapat melakukan hal-hal di bawah ini.

  1. Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
  2. Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
  3. Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan