Archives

2010

Vol 1, No 1 (2010): Membangun Jurnal Sejarah

Berbicara tentang penulisan sejarah, sebenarnya berhubungan dengan kemampuan penulis dalam menuangkan ide dan menerapkan teori yang digunakannya. Namun, bagaimana pun juga tidak ada teori dan metode yang siap pakai dan tinggal diterapkan. Hal itu sangat penting diperhatikan, khususnya dalam bidang ilmu humaniora, yang berurusan dengan teks, naratif, event, alam pemikiran, wilayah kesadaran, imajinasi, dan simbol.

Pada dasarnya ilmu bersifat kumulatif dan komunikatif. Penelitian yang telah dibangun dalam bidang ilmu sejarah tidak dapat diabaikan begitu saja. Namun, perlu dicatat bahwa teori, metode, dan pendekatan yang dipakai pada akhirnya bermuara pada model berpikir. Pembentukan karakter ilmuwan dan cendekiawan terletak pada akal budi dan pengembangan berpikir.

Interpretasi dalam ilmu sejarah terarah pada insight  dan relevansi makna. Maka di sinilah dituntut keterlibatan intuisi, inspirasi, dan imajinasi dalam penulisan sejarah (historiografi). Usaha konkrit yang dapat ditempuh dalam mewujudkan hal tersebut dengan terus-menerus berpikir dan merenung.

Hasil interpretasi selanjutnya dituangkan dalam bentuk historiografi. Di sini terlibat penguasaan bahasa. Kecanggihan berpikir tidak dapat disajikan tanpa penguasaan bahasa yang memadai. Maka kemampuan menulis perlu dikuasai sepenuhnya. Dalam hal ini ada bermacam-macam model dan gaya penulisan dalam sejarah.

Sampai sekarang, penerbitan ke-2 Jurnal Analisis Sejarah telah menentukan bentuk dan format tertentu. Hal ini diharapkan dapat membantu dalam menemukan insight, khususnya dalam penelitian sejarah. Namun, perlu disadari adanya keterbatasan dan penyajian dalam volume ke-2 ini. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan demi kesempurnaan Jurnal Analisis Sejarah kedepannya.

 

                                                                                                                  Padang,    Desember 2010

                                                                                                                                    Salam

 

                                                                                                                               R e d a k s i


2017

Vol 6, No 2 (2017): Sejarah Local

Pada edisi kali ini, jurnal Analisis Sejarah akan coba melihat tema tersebut dalam konteks Sejarah Lokal yang memberi pengaruh terhadap keberagaman. Sejarah Lokal disini menyajikan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan etnis sitas yang ada di Indonesia kemudian nilai-nilai sejarah yang tertanam dan memberi pengaruh terhadapk kebhinekaan Indonesia. Nilai-nilai lokal Genius memberikan dampak nyata baik untuk sejarah lokal itu sendiri hingga perlawaan terhadap kolonialisime, Imprialisme serta ketidak-adilan.

Pembaca yang kami hormati, edisi keenam Analisis Sejarah kali ini mengusung misi keberagaman dalam kebangsaan, bernegara dan beragama yang tertuang dalam enam artikel kesejarahan. Artikel-artikel ini akan mengantarkan sidang pembaca budiman untuk memahami keberagaman Indonesia.


2016

Vol 5, No 1 (2016): NASIONALISME

Salam,

Sidang pembaca budiman, memasuki bulan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia 2016, tepatnya 71 tahun negara ini memproklamasikan kemerdekaan jurnal Analisis Sejarah kembali hadir ke tengah kita semua. Indonesia merdeka pada saat Jepang yang menganut ajaran Shinto. Pilar Indonesia yang dibangun dengan Pancasila dimulai dari kehidupan beragama. Kehidupan beragama tentunya tidak lepas dari hubungan horizontal dan vertikal. Sebagai umat beragama didampingi semangat Bhineka Tunggal Ika.

Setelah bangsa ini merdeka perlu pengayatan, pemahaman, semangat dan nilai-nilai terutaman nilai mempertahankan kemerdekaan sebagaimana telah dicatat dalam sejarah PDRI di sumatera barat untuk membentuk budaya pendidikan berkarakter yang akan melahirkan pemuda Indonesia dengan nasionalisme yang tinggi dalam dalam kerangka berbangsa dan bernegara. Semangat kebangsaan ini juga harus dibina dengan dengan lingkungan sekitarnya salah satunya dengan menjaga keseimbangan melalui taman-taman dan kebun binatang.

Pembaca yang kami hormati, edisi kelima analisis Sejarah kali ini mengusung misi semangat kebangsaan, bernegara dan beragama yang tertuang dalam lima artikel kesejarahan. Karena tanpa itu semua Indonesia tidak akan bertahan selama 71 tahun ini.

Selain itu, di luar substansi dan teknis, kami dari redaksi berusaha untuk mempermudah para penulis mengirim artikel lewat laman open journal system (OJS) dilaman website. Penulis dapat submit artikelnya dan akan di review oleh para reviewer dan artikel pada edisi sebelumnya juga dapat diunduh dilaman tersbut. Semoga ii dapat mempermudah hubungan dimasa yang akan datang dan segala kekurangan yang kami miliki diharapkan dapat menuju kesempurnaan seiring konsistensi. Amin.

 

 

Redaksi


2017

Vol 6, No 1 (2017): KEBERAGAMAN INDONESIA

Pada edisi kali ini, jurnal Analisis Sejarah akan coba melihat tema tersebut dalam konteks Penerimaan Asimilasi Peranakan Tionghoa Surakarta dilanjutkan tulisan mengenai Sejarah Sufi yang mempengaruhi kehidupan masyarakat modern di Barat. Pindah kita ke pulau Sumatera tentang Orang Laut dan Kesultanan Melayu kemudian melihat dari sisi sejarah Wajah Bukittinggi Dalam Lintas Sejarah dan peristiwa kontemporer berkenaan dengan Persengketaan Tapal Batas Dalam Tradisi Perang Antar Kampung di Minangkabau. Terakhir tulisan dengan judul The Impacts of Abuses on Forcibly Removed Aboriginal Children Assimilated into The White Australians  in 1937 until 1970s and in Their Later Life.

Pembaca yang kami hormati, edisi keenam Analisis Sejarah kali ini mengusung misi keberagaman dalam kebangsaan, bernegara dan beragama yang tertuang dalam enam artikel kesejarahan. Artikel-artikel ini akan mengantarkan sidang pembaca budiman untuk memahami keberagaman Indonesia.