Abstract
This article aims to provide an overview of the establishment of Aisyiyah in Yogyakarta and its development and role in Kenagarian Kubang, Minangkabau, during the period of 1930-1945. The women's movement in Indonesia has undergone a long historical evolution, and during the national movement era, women had established formal organizations dedicated to improving their conditions at that time. These formal organizations were not only city-based but also village-based, as exemplified by the Aisyiyah Organization in Kubang. As an autonomous organization under Muhammadiyah, Aisyiyah was granted the authority to manage charitable activities in the social, religious, educational, and vocational fields. This article analyzes how Aisyiyah contributed to enhancing the welfare and education of women in Kubang, as well as its role in the social and religious movements in the region.References
Abdullah, T., Zara, M. Y., & Pratama, A. (2018). Sekolah dan Politik : Pergerakan Kaum Muda di Sumatra Barat, 1927-1933. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
Aisyiyah, P. P. (1992). Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan ’Aisyiyah. Yogyakarta: Pimpinan Pusat ’Aisyiyah.
Burke, P. (2003). Sejarah dan Teori Sosial. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Fakih, M. (2006). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hamka. (1982). Ayahku: Riwayat Hidup Dr. H. Abdul Karim Amrullah dan Perjuangan Kaum Agama di Sumatera. Jakarta: Umminda.
Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah. Yogya: PT.Tiara Wacana.
Mahabbah, S. S. St. (1983). Nyai Ahmad Dahlan Suami Isteri Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Suara Muhammadiyah No.24/63.
Martimin, M., Taher, I., Amir, & Mahyuddin. (1978). Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Sumatera Barat. Jakarta: Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Suminto, H. A. (1985). Politik Islam Hindia Belanda. Jakarta: LP3ES.
Wieringa, S. (1998). Kuntilanak Wangi: Organisasi-organisasi Perempuan Indonesia Sesudah 1950. Jakarta: Kalyanamitra.
Jurnal ini memegang prinsip akses terbuka atas seluruh artikel yang dimuatnya tanpa meminta izin pada penerbit atau penulisnya sesuai dengan prinsip Budapest Open Access Initiative. Namun penulis dapat melakukan hal-hal di bawah ini.
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan
