Abstract
This article examines how Helius Sjamsuddin and Suhartono W. Pranoto conceptualized historical methodology in comparison with the methodological legacy of Sartono Kartodirdjo and Kuntowijoyo. Kartodirdjo’s pioneering contribution lay in distinguishing historical methodology from historical method and in developing a multidimensional social-science approach rooted in the first National History Seminar and his dissertation research. Using the historical method (heuristics, criticism, interpretation, and historiography), this study treats Sjamsuddin’s Metodologi Sejarah (2007) and Pranoto’s Teori & Metodologi Sejarah (2010) as intellectual-history sources. The findings show that both works combine historical method and historical methodology within single reference books, thereby obscuring the distinction between practical research procedures and theoretical reflection. Although both historians contributed to the teaching of historical studies, their works give limited attention to historical theories, concepts, and approaches derived from auxiliary sciences. This article argues for a clearer separation between historical method as practice and historical methodology as theory.
References
Abdullah, T. (Ed.). (1985). Sejarah lokal di Indonesia. Gadjah Mada University Press.
Any, A., & Ajie, S. S. (1984). Rahasia ramalan Jayabaya, Ranggawarsita & Sabda Palon. Aneka Ilmu.
Cassirer, E. (1987). Manusia dan kebudayaan: Sebuah esei tentang manusia (A. A. Nugroho, Trans.). Gramedia.
Diamond, J. (2014). Collapse: Runtuhnya peradaban-peradaban dunia. Kepustakaan Populer Gramedia.
Djajadiningrat, H. (1913). Critische beschouwing van de Sadjarah Banten: Bijdrage ter kenschetsing van de Javaansche geschiedschrijving. Joh. Enschedé en Zonen.
Djajadiningrat, H. (1983). Tinjauan kritis tentang Sajarah Banten: Sumbangan bagi pengenalan sifat-sifat penulisan sejarah Jawa. Djambatan.
Gardiner, P. (1985). Filsafat sejarah. In T. Abdullah & A. Surjomihardjo (Eds.), Ilmu sejarah dan historiografi: Arah dan perspektif. Gramedia.
Gazalba, S. (1981). Pengantar sejarah sebagai ilmu. Bhratara Karya Aksara.
Gottschalk, L. (1983). Mengerti sejarah (Nugroho Notosusanto, Trans.). Universitas Indonesia Press.
Huntington, S. P. (2002). Benturan antarperadaban dan masa depan politik dunia. Qalam.
Kanumoyoso, B., Farid, H., Ahsan, I. A., & Fauzi, M. (Eds.). (2009). Kembara bahari: Esei kehormatan 80 tahun Adrian B. Lapian. Komunitas Bambu.
Kartodirdjo, S. (1970, Desember). Beberapa masalah teori dan metodologi sejarah Indonesia. Lembaran Sejarah, 6.
Kartodirdjo, S. (1982). Pemikiran dan perkembangan historiografi Indonesia: Suatu alternatif. Gramedia.
Kartodirdjo, S. (1984). Ratu Adil. Sinar Harapan.
Kartodirdjo, S. (1986). Ungkapan-ungkapan filsafat sejarah Barat dan Timur: Penjelasan berdasarkan kesadaran sejarah. Gramedia.
Kartodirdjo, S. (1992). Pendekatan ilmu sosial dalam metodologi sejarah. Gramedia Pustaka Utama.
Kartodirdjo, S. (2014a). Pemikiran dan perkembangan historiografi Indonesia: Suatu alternatif. Ombak.
Kartodirdjo, S. (2014b). Pendekatan ilmu sosial dalam metodologi sejarah. Ombak.
Kuntowijoyo. (1994). Metodologi sejarah (Edisi pertama). Tiara Wacana.
Kuntowijoyo. (1995). Pengantar ilmu sejarah (Edisi pertama). Bentang Budaya.
Kuntowijoyo. (2003). Metodologi sejarah (Edisi kedua). Tiara Wacana.
Kuntowijoyo. (2008). Penjelasan sejarah. Tiara Wacana.
Kuntowijoyo. (2013). Pengantar ilmu sejarah (Edisi ketiga). Tiara Wacana.
Lapian, A. B. (2008). Pelayaran dan perniagaan Nusantara abad ke-16 dan 17. Komunitas Bambu.
Lapian, A. B. (2009). Orang laut, bajak laut, raja laut: Sejarah kawasan Laut Sulawesi abad XIX. Komunitas Bambu.
Notosusanto, N. (1978). Masalah penelitian sejarah kontemporer: Suatu pengalaman. Yayasan Idayu.
Pranoto, S. W. (1991). Apanage dan bekel: Perubahan sosial di pedesaan Surakarta, 1830–1920. Tiara Wacana Yogya.
Pranoto, S. W. (1994). Sejarah pergerakan nasional: Dari Budi Utomo sampai Proklamasi, 1908–1945. Pustaka Pelajar.
Pranoto, S. W. (1995). Bandit-bandit pedesaan di Jawa: Studi historis, 1850–1942. Aditya Media.
Pranoto, S. W. (2001a). Revolusi Agustus: Nasionalisme terpasung dan diplomasi internasional. Lapera Pustaka Utama.
Pranoto, S. W. (2001b). Serpihan budaya feodal. Agastya Media.
Pranoto, S. W. (2010). Teori & metodologi sejarah. Graha Ilmu.
Priyadi, S. (2009). Sejarah mentalitas Brebes. Ombak.
Priyadi, S. (2013). Sejarah mentalitas Banyumas. Ombak.
Priyadi, S. (2015). Historiografi Indonesia. Ombak.
Priyadi, S. (2021). Babad Banyumas versi Wirjaatmadjan dan dinamika kebudayaan Banyumas. Pustaka Pelajar.
Priyadi, S. (2022). Klirumologi sejarah Banyumas. Satria Indra Prasta Publishing.
Priyadi, S. (2026). Sartono Kartodirdjo and Kuntowijoyo in Indonesian history methodology. Paramita: Historical Studies Journal, 36(1), 124–137. https://doi.org/10.15294/paramita.v36i1.12350
Priyadi, S., & Hamid, A. R. (2007). Sejarah intelektual Banyumas. Aksara Indonesia.
Purwanto, B. (2006). Gagalnya historiografi Indonesiasentris?!. Ombak.
Renier, G. J. (1997). Metode dan manfaat ilmu sejarah (Muin Umar, Trans.). Pustaka Pelajar.
Romein, J. (1989). Dalam pesona Prambanan: Indonesia di tengah gejolak dunia. Pustaka Utama Grafiti & KITLV.
Sharma, A. K. (2005). Nostradamus: Tanda-tanda perang dan bencana abad XXI. Delphi Publisher.
Sjamsuddin, H. (1989). Fighting Dutch rule in the nineteenth and early twentieth centuries: The social, political, ethnic, and dynastic roots of resistance in South and Central Kalimantan, 1859–1906 [Doctoral dissertation, Monash University].
Sjamsuddin, H. (2001). Pegustian dan Temenggung: Akar sosial, politik, etnis, dan dinasti perlawanan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, 1859–1906. Balai Pustaka.
Sjamsuddin, H. (2007). Metodologi sejarah. Ombak.
Suwarno, M. H. (1983). Ramalan Jayabaya versi Sabda Palon. Yudha Gama Corporation.
Toynbee, A. J. (1988). Menyelamatkan hari depan umat manusia (N. B. Sumanto, Trans.). Gadjah Mada University Press.
Toynbee, A. J. (2006). Sejarah umat manusia: Uraian analitis, kronologis, naratif, dan komparatif. Pustaka Pelajar.
White, H. (1985). Metahistory: The historical imagination in nineteenth-century Europe. Johns Hopkins University Press.
Zuhdi, S. (2014). Nasionalisme, laut, dan sejarah. Komunitas Bambu.
Zuhdi, S. (2017). Integrasi bangsa dalam bingkai keindonesiaan. Wedatama Widya Sastra.
Zuhdi, S. (2018). Sejarah Buton yang terabaikan: Labu rope labu wana. Wedatama Widya Sastra.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright (c) 2026 Sugeng Priyadi (Author)
